Minggu, 01 September 2013

BISNIS AVAIL, ADALAH BISNIS TERBARU "BLUE OCEAN" 2009 - SEKARANG



BISNIS AVAIL TERBARU 2013 BONUS TERBESAR
Hub ANI : 083 876 199 566 (sms oke)
MINGGU, 01 SEPTEMBER 2013
Di bisnis terbaru terbesar 2013 ini memberi banyak bukti nyata tentang kesuksesan mereka padahal dengan modal nol / sangat minim. Pastikan anda bergabung dan ketemu saya ANI : 083 876 199 566 (sms oke).
"GENGSI TIDAK MEMBUAT ORANG MENJADI SUKSES, 
KESUKSESAN MEMBUAT ORANG JADI BERGENGSI"
"Tidak Ada yang mudah tapi tidak ada yang tidak mungkin"
"Menjadi juara itu adalah utama tapi menjadi utama itu adalah yang lebih utama"
"Meraih sukses itu harus, tapi proses itu adalah yang utama"
"Hidup cuma sekali, hiduplah yang menginspirasi & menebar inspirasi"
"Tebarkan 3 Tips : POSITIF, PRODUKTIF, dan KONTRIBUTIF sebagai bekal di akherat kita"
Allah dulu, Allah lagi, Allah terus!
 
Besama Meraih Rejeki Harian Menuju Bebas Finansial
Hampir semua tawaran bisnis yang Anda terima mengharuskan Anda untuk membayar iuran bulanan atau pembelian produk tiap bulan. Sehingga bukannya mendapat arus kas positif dan memperoleh keuntungan, Anda malah defisit karena arus kas anda selalu negatif alias TEKOR, terutama di saat-saat awal Anda memulai bisnis.
Apakah Anda salah satu dibawah ini ?
  • Seorang yang masih mencari-cari lowongan kerja
  • Seorang pelajar/mahasiswa yang ingin segera mandiri dan tidak ingin membebani orang tua lagi,
  • Seorang ibu rumah tangga yang ingin membantu suaminya dengan mencari penghasilan sampingan
  • Seorang pegawai yang ingin mempunyai penghasilan tambahan
  • Seorang penjaga warnet
  • Seorang yang setiap harinya selalu bergelut dengan internet
  • Seorang pebisnis yang ingin melebarkan sayap bisnisnya,
  • Seorang yang mencari investasi murah namun berkualitas,
  • Seorang yang ingin segera lepas dari rantai keterpurukan ekonomi,
  • Seorang yang ingin merubah kondisi hidup Anda,
  • Jika anda berpikir bahwa anda harus melakukan sesuatu dan harus ada perubahan dalam finansial anda, maka anda kini telah berada pada website yang benar. Silakan pelajari...
Saya Perkenalkan Kepada Anda !!!
Pertama di Indonesia, sistem bisnis tanpa biaya bulanan, investasi hanya sekali seumur hidup, peluang mendapat REJEKI BESAR seumur hidup. Mungkin anda berpikir ini cuma bisnis "akal-akalan" saja, sama seperti penawaran bisnis lain yang memenuhi folder SPAM e-mail anda. Kalau anda berprasangka demikian, kami tidak heran, maklum sekarang ini begitu banyak penawaran bisnis yang tidak jelas sistemnya, tidak jelas produk dan manfaatnya dan hanya menawarkan janji muluk dan mimpi semata. Tetapi teruslah membaca, kami hanya meminta sedikit waktu anda atau anda mungkin akan kehilangan kesempatan untuk menuju kehidupan yang jauh lebih baik, selamanya.......
Yang jelas, sebelum memulai suatu bisnis anda harus berhati-hati, terutama di internet yang dipenuhi para petualang bisnis yang cuma memanfaatkan uang anda namun asal usulnya pun tidak jelas karena mereka bersembunyi di balik anonimnya dunia maya. Situs ini tidak anonim. Banyakl sekali  mereka yang telah lebih dulu bergabung dan merasakan hebatnya sistem ini. Beberapa diantara mereka adalah leader di bisnis ini yang siap memberikan dukungan dan komitmen untuk kesuksesan anda. Kelak jika anda bergabung anda akan berkesempatan untuk bertemu dan mengenal mereka secara personal.

YANG TERPENTING, selalu gunakan CARA CERDAS untuk menilai kelayakan suatu bisnis sebelum anda memutuskan untuk bergabung. Jangan pernah mengikuti suatu tawaran bisnis hanya karena didorong faktor emosional semata, iming-iming penghasilan besar atau hadiah mewah, tanpa akal sehat anda bisa mencerna dari mana penghasilan besar tersebut.
Beberapa check list di bawah bisa membantu anda untuk menilai kelayakan suatu bisnis antara lain:
  • APAKAH PERUSAHAANNYA LEGAL? Legalitas perusahaan menjamin ketenangan anda untuk berbisnis tanpa takut berurusan dengan aparat keamanan dan bebas dari resiko penipuan. 
  • APAKAH PERUSAHAANNYA BONAFID? Bonafiditas perusahaan membuat anda percaya diri memperkenalkan bisnis ini ke mitra atau kenalan anda. Kalau perusahaannya berkantor pusat di garasi tentu membuat anda menjadi tidak PD bukan? 
  • APAKAH BISNISNYA MEMPUNYAI PRODUK YANG BERKUALITAS & BERMANFAAT? Karena banyak bisnis yang menawarkan produk yang tidak jelas manfaatnya untuk Anda, atau kalaupun ada sebenarnya produk tersebut bisa didapat dengan harga yg jauh lebih murah dan mudah di mana-mana. 
  • APAKAH ANDA DIBAYAR LAYAK?  Banyak tawaran bisnis yang sebenarnya hanya memanfaatkan keringat anda namun anda dibayar jauh lebih kecil dari seharusnya yang anda terima.
  • APAKAH ANDA DIBAYAR TANPA SYARAT YANG RUMIT? Banyak bisnis yang membuat macam-macam syarat sebelum mereka mulai membayar anda. 
  • APAKAH ANDA DIBAYAR CEPAT? Atau anda harus menunggu cukup lama sebelum uang itu bisa mulai anda manfaatkan? Dan yang terpenting, 
  • APAKAH ARUS KAS ANDA TIDAK PERNAH NEGATIF? Sebab ini yang aneh, banyak bisnis yang justru memanfaatkan uang anda bahkan sebelum mereka sanggup membayar kerja keras anda. Sehingga bukannya arus kas positif, namun arus kas negatif yang anda dapatkan. Padahal anda bergabung dengan bisnis adalah untuk mendapat arus kas positif dan bukan sebaliknya.
Jika jawaban-jawaban atas checklist di atas adalah YA, maka bisnis tersebut adalah LAYAK UNTUK ANDA IKUTI. Namun jika tidak, mohon untuk berhati-hati supaya anda tidak terjebak dalam bisnis yang akan merugikan anda.
Kini setelah anda bisa menilai kelayakan bisnis secara cerdas, izinkan saya memperkenalkan peluang bisnis untuk mendapat penghasilan Rp.850.000 tiap hari dan ditambah Rp.86.000.000 tiap bulannya dengan investasi hanya sekali seumur hidup yang terjangkau, dijamin lebih rendah dari UMR (upah minimum regional).

Dibayar HARIAN artinya Anda dibayar SEBELUM KERINGAT ANDA KERING!!
Tidak hanya itu, dengan dukungan sistem pemasaran online dari Rejeki Harian kesempatan anda untuk sukses di bisnis ini semakin besar. Jika anda serius untuk membangun kehidupan yang lebih baik, silakan hubungi kami , No HP ANI : 083 876 199 566 (sms juga Oke).

Keputusan anda sekarang mungkin akan menjadi keputusan TERPENTING dalam hidup anda. Sebagai individu mandiri anda bebas untuk menentukan pilihan hidup anda. Apakah anda sudah cukup puas dengan kehidupan sekarang, atau anda menginginkan HIDUP yang lebih baik.

                                                       AVAIL BRUNEI DARUSSALAM



                                                             AVAIL THAILAND                                                              

                 
                                                                AVAIL SINGAPURA


                                                               AVAIL MALAYSIA



Rabu, 14 November 2012

TARI PERSAHABATAN OLALALA




TARI PERSAHABATAN “OLALALA”

Ani Qudsiy*

Sekarang aku kelas enam. Itu artinya, aku akan berpisah dengan teman-temanku dan masuk SMP. Untuk acara perpisahan, siswa kelas enam harus menampilkan tarian secara berkelompok.
Tentu saja, aku, Lala, Lani dan Lara satu kelompok. Mereka kan sahabatku sejak kelas satu. Kami sepakat akan menunjukan tarian terbaik. Tarian ini akan menjadi kenang-kenangan yang manis dengan sahabat-sahabatku yang tak pernah terlupakan.
Tari perpisahan nanti bertema tentang keceriaan dan kebahagiaan. Jadi, kelompokku sepakat akan menari dengan gaya ala grup band Korea. Mulai dari kostum dan aksesoris sudah pasti harus sama dan modis. Kata Bu guru, setiap kelompok harus menampilkan kekompakan.
Sesuai usul dari Lara, maka, kami akan memakai kostum berwarna putih, sepatu putih, aksesoris kalung, gelang, anting, bando, ikat pinggang yang sama. Lengkap. Setelah disepakati, ternyata Lala mengusulkan untuk keluar dari kelompok dan masuk ke kelompok lain.
“Maaf, teman-teman. Aku tidak bisa bergabung dengan kelompok ini.” Ucap Lala.
“Kenapa La?”, Tanyaku.
“Aku tidak bisa memenuhi permintaan kelompok. Aku yakin, Ibuku tidak punya cukup uang untuk membelikan perlengkapan menari untukku. Jadi, lebih baik aku keluar saja dan bergabung dengan kelompok lain.” Keluh Lala dengan raut muka sedih lalu pergi meninggalkan kami.
Peraturan kostum sebenarnya usul dari Lara. Dia memang terbiasa memberi masukan yang harus disepakati. Kalo menurutku, ini tidak bisa dibiarkan. Bukankah setiap kelompok harus menunjukan kekompakan. Semua keputusan harus hasil dari kesepakatan bersama. Tidak boleh ada yang merasa menang sendiri dan kalah sendiri. Aku harus mencari jalan keluar supaya masalah ini selesai.
“Bagaimana ini Ola ?, kasihan Lala. Pasti di kelompok lain juga harus berkostum sama. Dia pasti akan menemui kesulitan lagi. Kita sebagai sahabat harus bersatu.” Keluh Lani.
“Ya sudah, kamu membujuk Lara supaya tidak seenaknya membuat keputusan. Soal kostum, kita harus kompak. Kalau ada salah satu teman kita yang tidak bisa memenuhi, itu artinya tidak kompak. Aku akan membujuk Lala supaya tidak cepat-cepat memutuskan keluar dari kelompok.”
***
Sore harinya, aku dan Lani berbagi tugas. Kita berdua pergi ke rumah Lara dan Lala bersama. Aku bertugas untuk membujuk Lara. Sedangkan Lani bertugas membujuk Lala.
“Kita ke rumah siapa dulu Ola ?” Tanya Lani.
“Lara dulu saja ya ?”
Sesampai di rumah Lara, sikapnya terlihat agak aneh. Mungkin dia merasa disalahkan. Tapi, kita tetap bersikap seperti biasa.
Setelah beberapa menit kita bertiga bersikap agak aneh, akhirnya Lani pun mengawali pembicaraan.
 “Hai, Ra, gimana nih, masa kita membiarkan Lala keluar dari kelompok. Kita kan bersahabat sejak kelas satu ?”
“Iya, Ra. Lagian tarian kita kan, membutuhkan anggota empat orang. Masalah kostum kan bisa dimusyawahkan lagi ?”
Lara, terlihat diam dan enggan bicara. Sepertinya, malas menanggapi masalah ini. Tapi, aku dan Lani tak hilang akal untuk terus merayu Lara supaya berbicara.
“Ayolah Ra, kamu tidak boleh begini, kita akan segera berpisah. Kamu tidak mau kan, membawa kenangan pahit persahabatan kita setelah berpisah hanya gara-gara masalah warna baju dan sepatu dong?.” Pintaku.
Akhirnya, perjuangan kami tidak sia-sia, Lara akhirnya bersuara.
“He… he… he…, iya terus apa yang harus kita lakukan ?”
“Ya, kamu tahu kan Ra, sahabat kita Lala memang dari keluarga yang sederhana. Ayahnya sudah tidak ada sejak kenaikan kelas lima. Tentu, kita masih ingat dengan janji kita dulu waktu kelas empat. Kita adalah sahabat dan harus saling melengkapi selama kita bisa.  Jadi, usulku mungkin kita bisa ke rumah Lala, dan Tanya dia punya baju dan sepatu warna apa ?, Nanti kita bisa menyesuaikan.” Usulku.
“Benar juga ya. Ayo kita ke rumah Lala sekarang.” Kata Lara.
***
Sesampai di rumah Lala, dia menyambut kedatangan kami bertiga dengan hangat.
“La, terpaksa alasan kamu keluar dari kelompok tari tidak bisa kami terima. Kami bertiga tadi mengusulkan, bagaimana kalau kostum disesuaikan dengan pilihan warna baju dan sepatu yang kamu punya” Jelas Lara.
“Aku suka sekali dengan usul itu. Sebenarnya, aku juga tidak mau keluar dari kelompok ini. Aku punya baju dan sepatu warna pink. Sepatu dan baju itu pemberian Ayah sebagai hadiah kenaikan kelas karena aku rangking satu. Tapi, takdir berkehendak lain, Ayah terkena maag krosnis dan pergi selama-lamanya.” Ungkap Lala.
“Maafkan aku ya La, aku tidak berfikir sejauh itu. Tidak kusangka kamu akan begitu sedih akibat kejadian ini.” Pinta Lara.
Akhirnya kami berempat sepakat untuk memakai kostum yang sama dan kompak. Gara-gara masalah kostum, akhirnya Lara berjanji tidak akan memaksakan pendapatnya lagi. Kami akan berlatih semaksimal mungkin. Kami sadar persahabatan harus saling mengerti dan melengkapi. Semua keputusan harus hasil kesepakatan bersama. Kami berempat Ola, Lani, Lala, dan Lara pasti akan kompak dan akan menarikan tari persahabatan “OLALALA” yang akan menjadi kenangan manis selamanya. ^_^


Selasa, 13 November 2012

DONGENG: SI KANTUNG SEMAR DAN RATU RAYAP


Si Kantung Semar dan Ratu Rayap

Ani Qudsiy*

Kantung semar yang gendut tumbuh subur di pekarangan rumah. Di sebelahnya terdapat tumpukan kayu bakar yang tersusun rapi. Tumpukan kayu bakar itu adalah rumah ratu rayap dan rakyatnya. Saat itu ia sangat bahagia. Ia merasa keberuntungan memang berpihak kepadanya. Bagaimana tidak, ia tumbuh subur di tempat yang dianggapnya sebagai gudang makanan.
Akan tetapi, ratu rayap merasa sangat menderita. Setiap hari jumlah rakyatnya makin menyusut saja. Tentu saja semenjak ada kantung semar yang tumbuh di sebelah rumahnya.
Pagi itu, ratu rayap marah-marah kepada kantung semar.
“Sudah cukup. Hentikan, kau telah banyak memangsa rakyatku,” teriak ratu rayap di atas tumpukan kayu bakar.
Kantung semar pura-pura tak mendengar. Mulutnya tetap melongo.
“Siapa yang memangsa rakyatmu. Salah sendiri mereka mondar-mandir di depanku kemudian masuk ke mulutku. Artinya mereka sendiri yang secara sukarela memintaku untuk memangsanya.”
Ratu rayap pun geram mendengar jawaban kantung semar. “Dasar bunga tak tahu diuntung. Sudah memangsa rakyatku tapi kau tetap tidak mengakuinya,” ratu rayap pun menjauh.
Di dalam ruangan kayu, ratu rayap dan rakyatnya merencanakan sesuatu. Keesokan harinya, ratu rayap dan rakyatnya pergi meninggalkan tumpukan kayu itu. Melihat kejadian itu, kantung semar bingung dan berkata,
“Hai, kalian mau ke mana ?”
Ratu pun menjawab dengan ketus, “kami akan mencari tempat tinggal lain. Tinggalah kau dengan tumpukan kayu tak berpenghuni. Tempat tinggal kami ada di mana-mana. Kau tahu kan, banyak tumpukan kayu lain yang lebih aman.”
“Oh… tolong jangan tinggalkan aku sendirian di sini. Nanti aku akan makan apa,” terlihat kantung semar menyesali perbuatannya.
Kantung semar sudah menyesali perbuatannya. Namun, ratu rayap dan rakyatnya tetap berbaris rapi menjauh dan meninggalkan kantung semar sendirian.
Konon, saat itulah kantung semar hidup sendirian dan mempunyai mulut melongo karena sudah terbiasa dengan keadaannya saat masih banyak rayap-rayap di sekililingnya.


Purwokerto, Juli 2011















DONGENG; PIPI PALUPI DAN PAPA PALUPA


Pipi Palupi dan Papa Palupa

Ani Qudsiy*

Teman-teman, ada kisah tentang persahabatan. Kisah dari anak kecil yang bernama Pipi Palupi dan Papa Palupa. Namanya sangat mirip bukan. Pasti kalian menyangka, kedua anak itu adalah anak kembar. Penasaran bukan ?
Pipi Palupi dan Papa Palupa adalah anak yang baik, manis, dan berhati lembut. Pipi Palupi tinggal di Desa Jingga sedang Papa Palupa tinggal di Desa Ungu. Setiap hari pekerjaan mereka menolong orang lain. Saat Pipi Palupi sedang sibuk menolong nenek tua menyeberang sungai, Papa Palupa sedang menyuapi anak burung Kutilang yang sedang kelaparan di atas dahan pohon mangga. Banyak kebaikan-kebaikan lain yang mereka lakukan. Penduduk desa mereka masing-masing telah mengenal siapa mereka.
Namun, antara Pipi Palupi dan Papa Palupa, mereka tidak saling kenal. Pipi Palupi, anaknya terbuka, dan cepat akrab dengan anak yang baru dikenal. Sedang, Papa Palupa, dia penyendiri dan tidak mudah akrab dengan anak yang baru dikenal. Perbedaan yang mereka miliki, ternyata diketahui oleh Ratu Daun.
Ratu Daun adalah ratu yang peduli kepada Pipi Palupi dan Papa Palupa. Ratu ingin keduanya bersahabat. Akhirnya, Ratu Daun pun menyusun rencana.
Nah, Ratu Daun memberitahu kepada Pipi Palupi tentang rencana yang dibuatnya. Alasan memberi tahu Pipi Palupi tak lain karena ia mempunyai sifat mudah bergaul dengan teman baru. Namun, sebaliknya, Ratu Daun tidak memberitahukan rencana ini kepada Papa Palupa.
“Pipi Palupi, besok kau berangkat ke Desa Ungu untuk menemui Papa Palupa ya ?”
“Ya, Ratu.”
Sesampai di Desa Ungu, Pipi Palupi segera mencari alamat tempat tinggal Papa Palupa. Setelah lama mencari-cari alamatnya, akhirnya ia menemukan alamat Papa Palupa. Ternyata, Pipi Palupi tidak masuk ke rumah Papa Palupa. Ia hanya ingin mengetahui tempat tinggal Papa Palupa saja.
Pipi Palupi kemudian pulang. Sepanjang perjalanan pulang, tidak sengaja ia melihat nenek tua yang sedang terjatuh. Ia lalu dengan sigap berlari menolong nenek itu.
“Siapa namamu Nak ?” kata nenek tua.
“Pipi Palupi Nek.”
“Namamu mirip dengan anak penolong di desa ini. Namanya, Papa Palupa.”
Pipi Palupi hanya mengangguk kemudian pergi. Setelah beberapa langkah, ia melihat pohon mangga. Di sana terdengar suara anak burung Kutilang yang sedang kelaparan. Ia kemudian bergegas mencari makanan dan menyuapi anak burung itu.
“Siapa namamu ?” tanya burung kutilang.
“Pipi Palupi.”
“Namamu mirip dengan anak penolong di desa ini. Namanya, Papa Palupa,” sahut burung Kutilang.
Banyak kebaikan yang telah dilakukan oleh Pipi Palupi. Menolong bunga yang sedang kehausan. Menolong semut yang sedang terjepit batang pohon. Dan lain-lain.
Keesokan harinya, kabar tentang kebaikan Pipi Palupi tersebar ke pelosok Desa Ungu. Tak terkecuali, kabar ini juga terdengar oleh Papa Palupa.
Papa Palupa tiba-tiba merasa kebaikannya selama ini, telah dilupakan oleh penduduk Desa Ungu. Ia merasa tidak terima. Ia pun pergi mencari Pipi Palupi.
Setelah lama mencari, akhirnya Papa Palupa bertemu dengan Pipi Palupi.
“Hai, apa maksud kau datang ke desaku dengan menyebar kebaikan ?”
“Aku tidak sengaja. Kebetulan aku melihat mereka sedang membutuhkan pertolongan,” jelas Pipi Palupi.
“Kau bohong. Pasti kau bermaksud lain. Dengan namamu yang mirip denganku, pasti kau ingin dikenal baik seperti aku !” cetus Papa Palupa.
“Tidak ! Sungguh Tidak !”
Papa Palupa pergi begitu saja. Ia tidak mau mendengar penjelasan dari Pipi Palupi. Akhirnya, Pipi Palupi pun pulang dengan kesedihan. Ratu Daun mengetahui kejadian itu. Akhirnya, Ratu segera menemui Papa Palupa.
“Papa Palupa, mari ikut denganku. Akan kuajak kau terbang menuju Desa Jingga.”
“Baik. Tapi buat apa Ratu ?”
“Ada seseorang yag butuh bantuanmu.”
Ratu Daun dan Papa Palupa pergi menuju Desa Jingga. Di atas awan, Ratu Daun memperlihatkan kepada Papa Palupa.
“Lihatlah, apa kau kenal siapa anak yang sedang menolong kakek tua itu ?”
“Iya Ratu, saya kenal. Ia, adalah Pipi Palupi. Ia lah yang tiba-tiba datang ke Desa Ungu kemudian menebar kebaikan. Akhirnya, penduduk Desa Ungu pun lupa dengan semua kebaikanku.”
“Sesungguhnya, akulah yang menyuruh Pipi Palupi pergi ke Desa Ungu. Ia sama sepertimu. Suka menolong orang lain. Namun, ternyata ada perbedaan diantara kalian berdua.”
Papa Palupa tidak bertanya lagi. Karena ia sadar perbedaan apa yang dimaksud oleh Ratu Daun. Yah… ia telah buruk sangka terhadap orang lain yang baru dikenalnya. Akhirnya, Ratu Daun dan Papa Palupa sampai dan turun dari awan.
Ratu menjelaskan kepada Pipi Palupi atas penyesalan Papa Palupa. Kedua anak baik itu bertemu. Papa Palupa pun meminta maaf kepada Pipi Palupi karena telah berburuk sangka kepadanya. “Jadi siapa yang butuh bantuanku Ratu ?” tanya Papa Palupa.
“Semua orang yang sedang butuh pertolongan dari kebaikan kalian berdua.”
Akhirnya mereka berdua berpelukan. Ratu Daun melihat dengan tersenyum dan berkata, “semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran supaya kalian tidak berburuk sangka terhadap oranglain. Karena, tak kenal maka tak sayang.”
Pipi Palupi dan Papa Palupa akhirnya bersahabat. Mereka bersatu dalam menolong orang lain.
Sungguh membahagiakan.

KERAJAAN SAYAP


KERAJAAN SAYAP
Ani Qudsiy*

Ola tetap saja menggelengkan kepala. Bagaimana bisa ia sampai pada kerajaan yang penuh dengan sayap. Kalau burung yang bersayap, tentu tidak aneh pikirnya. Tapi sekarang ia melihat ada bunga yang bersayap, kursi yang bersayap, dan semua yang terlihat pasti mempunyai sayap.
“Oh Tuhan, apa aku sedang bermimpi???” kata Ola.
“Tidak Ola!!!”
Deg, Ola kaget mendengar sahutan suara tersebut.
“Siapa kamu?”
Lalu, muncul dari balik pohon, seekor burung yang berwarna putih.
“Apa yang berbicara tadi kamu?” Tanya Ola.
“Iya”.
Ola pun jadi bingung sendiri. Kalau tidak mimpi lalu ada di mana ia sekarang. Ia berjalan mondar-mandir, ke sana ke mari mencari jalan keluar. Ia berfikir kalau sedang tersesat. Akan tetapi, si Burung tidak diam saja melihat Ola yang sedang bingung. Ia pun menjelaskan hal yang sebenarnya.
“Duduk Ola. Tak usah bingung. Kamu bisa pulang dan kembali pada keluargamu”.
Sekarang kamu berada di kerajaan sayap. Kedengarannya memang aneh, tapi inilah yang sebenarnya”. Jelas si Burung.
“Lalu, bagaimana bisa aku sampai kesini?”
“Karena kamu adalah orang yang terpilih untuk menyelamatkan kerajaan ini”. Jawab Burung.
“Ah, ini konyol. Seperti cerita dongeng saja. Apa, yang bisa aku bantu?”
“Dahulu, kerajaan ini adalah kerajaan yang indah dan damai. Akan tetapi, karena keserakahan, maka timbulah bencana. Kami semua terkena kutukan dari Dewa Wing.
Dewa Wing berpesan akan melepaskan kutukan ini jikalau ada seseorang yang mampu mencabut bulu angsa emas tanpa rasa sakit. Oleh karena itu, sudah lama kami menunggu seseorang yang benar-benar tulus untuk menolong kami.”
“Hemm,,, kalau begitu, di mana aku bisa menemukan angsa emas itu?”
“Di atas batu yang berbentuk payung, di atas bukit Antariksa Ola”.
Sebelum berangkat, Burung berpesan supaya Ola berhati-hati dan bisa membawa pulang bulu emas tersebut. Burung tidak ingin Ola pulang tidak membawa apa-apa seperti orang-orang yang berkenan menolong sebelum-sebelumya. Akhirnya, Ola memulai petualangannya untuk mencari angsa emas.

***
Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya Ola sampai juga di bukit antariksa. Ia heran. Bagaimana bisa ia mendaki batu payung yang ternyata begitu besar. Padahal di sana ia sendirian. Jalan pikirannya pun buntu. Ia tidak bisa melakukan apa-apa.
Waktu sudah mulai gelap. Dan tidak terasa, ia sudah tertidur pulas di bawah batu payung. Wah… hari sudah pagi lagi. Perlahan Ola membuka matanya karena terkena silaunya sinar matahari.
Setelah dipastikan mata Ola terbuka. Didepannya, ia dikagetkan dengan sesosok makhluk yang seolah siap menerkamnya. Ia tak percaya kalau angsa yang diburunya kini datang sendiri.
Dengan wajah takjub, Ola tidak melepaskan kesempatan tersebut. Perlahan, tangannya dijulurkan ke arah angsa emas tersebut kemudian berkata,
“Bolehkah aku memanfaatkan sebagian bulumu untuk menolong saudaraku?”
Lalu, hup-hup…
“Angsa maafkan aku jika melukaimu, dan kenapa kau tidak lari kabur?”

***
Setelah berhasil mendapatkan bulu angsa emas, Ola kembali ke kerajaan sayap. Sesampainya di sana, burung tak sabar menanyakan hasil yang diperoleh Ola. Dengan perasaan bangga Ola pun menunjukan apa telah yang dibawanya.
Si burung tampak bahagia dan tak bisa menyembunyikan matanya yang basah. Akhirnya ia melapor kepada dewa Wing supaya mencabut kutukannya terhadap kerajaan sayap.
Dewa wing datang dan berkata, “bulu angsa emas ini akan aku jadikan serbuk dan akan ku taburkan pada kerajaan sayap. Bulu angsa emas ini dicabut oleh seorang anak yang benar-benar tulus untuk menolong dan tidak berubah pikiran untuk memiliki angsa emas ketika melihat keelokan bulu-bulunya. Oleh karena itu, pantaslah kalau angsa emas bersedia memberikan bulu emasnya kepadamu Ola. Dan ketahuilah, sesungguhnya angsa emas itu adalah jelmaan dari diriku”.
Akhir cerita, Dengan perasaan kaget, Ola pun memeluk si burung yang sama-sama tidak percaya. Kerajaan sayap kini telah berubah dan hidup kembali. Semua benda-benda bersayap dan terlihat aneh kini berubah normal kembali. Semua ini karena ada Ola, anak yang menolong tanpa memikirkan imbalan sehingga tak perlu ada oranglain bersedih. Ola pun menjadi anak yang mempunyai pengalaman rahasia tentang kerajaan sayap.


Purwokerto, Desember 2011